Sering Palak Pengunjung Pantai Celong, Ini Alasan NM…

oleh -257 views
Sering Palak Pengunjung Pantai Celong, Ini Alasan NM...

PORTALBATANG.COM, SUBAH – Hampir satu bulan lebih, NM (36) warga Desa Sawangan, Kecamatan Gringsing menjadi pelarian. Namun pria yang terjerat kasus pemerasan dengan ancaman kekerasan berhasil diamankan Jajaran Polsek Limpung, saat berada di Dukuh Mangunsari Desa Kedawung Kecamatan Banyuputih.

Seperti dikabarkan KORAN HARIAN RADAR PEKALONGAN, PJS Kapolsek Limpung, Iptu Sayoko menuturkan, kasus yang menjerat NM terjadi pada Rabu (17/8) lalu. Pada saat itu, korban ED (22) warga Desa Nawangsari, Kecamatan Reban sedang duduk di tepi Pantai Celong bersama pacarnya, M (22) warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Limpung.

“Pada saat korban tengah memainkan HP, datanglah pelaku NM seorang diri menghampiri korban, dan meminta uang Rp300.000, sambil mengancam dengan menggunakan sebilah sabit ditangannya. Karena korban merasa ketakutan dan tidak mempunyai uang sebesar itu, maka pelaku hanya diberi Rp30.000, ungkap Iptu Sayoko, kemarin.

Merasa uang yang diberikan belum cukup, pelaku kemudian merebut HP Blackberry yang saat itu sedang dipegang oleh korban. Merasa ketakutan, korban tidak melawan, dan kemudian pelaku pergi dari lokasi kejadian,

“Korban sendiri kemudian melaporkan aksi pelaku ke Polsek Limpung, dan petugas kemudian melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku,” lanjut Sayoko.

Setelah hampir satu bulan lamanya dilakukan pencarian, akhirnya ada laporan dari warga sekitar tempat kejadian bahwa ada warga yang melihat dan mencurigai keberadaan pelaku ditempat wisata Celong pada Jum’at (23/9). Mendapati laporan tersebut Unit Reskrim meluncur ke TKP untuk mengamankan pelaku beserta barang bukti satu bilah sabit dan satu buah Handphone.

Dari hasil keterangan pelaku, uang hasil pemalakan tersebut telah dihabiskannya untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Dia beralasan hasil dari bekerja sebagai buruh tani tidak mencukupi. Selain itu, pelaku juga pernah tersangkut pencurian mesin pompa air pada tahun 2011 dan dihukum di Rutan Rowobelang Batang.

“Saat ini pelaku sudah kami amankan dan dalam masa pemeriksaan di Mapolsek Limpung. Akibat perbuatannya tersebut pelaku akan dijerat dengan pasal 368 KUHP,” tandas Iptu Sayoko. (*)

(Runa/PORTALBATANG)

Komentari Berita

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *